Tehnik Menghafal dan Murajaah Al Quran

Bagi para penghafal Al Quran yang pemula, menambah hafalan mempunyai kesulitan tersendiri. Tetapi seiring dengan waktu kesulitan ini akan terlampaui. Ketika itu kesulitan lain timbul yaitu mengulang hafalan (murajaah). Pada saat hafalan makin bertambah banyak, murajaah juga semakin berat.

Untuk surat-surat yang agak panjang (50 ayat) dan yang panjang (diatas 100 ayat), biasanya kita sangat hafal separuh awal dari surat tersebut. Untuk separuh terakhir sulit bagi kita untuk mengingatnya. Ini akan ditandai dengan “macet” ketika saat memurajaah. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini disebabkan kita selalu menghafal/murajaah dari awal surat (ayat 1). Ketika selesai menghafalkan sebuah surat, ayat-ayat awal itulah yang lebih sering dilafadzkan dibandingkan dengan ayat-ayat yang akhir. Sehingga otak kita lebih hafal ayat-ayat awal. Itulah sebabnya kita sangat hafal ayat-ayat awal surat dan sering lupa pada ayat-ayat akhir surat.

Kesulitan kedua adalah ketika kita „macet“ sulit bagi kita untuk mengetahui ayat selanjutnya. Ayat-ayat setelah „ayat macet“ menjadi gelap. Ini dikarenakan kita menghafal secara sekuensial/berurutan, sehingga satu ayat selalu diingat setelah ayat sebelumnya. Sehingga kalau ayat “sebelumnya” macet maka ayat selanjutnya menjadi hilang juga. Dalm hal ini tidak ada cara lain untuk mengingatnya selain membuka mushaf Al Qur’an.

Lalu bagaimana cara efektif untuk menanggulangi masalah tersebut?

Kuncinya adalah ketika proses menghafal sebuah surat dilakukan. Hafalkan surat dengan cara memotongnya menjadi 10 ayat 10 ayat. Di dalam tiap sepuluh ayat potong-potong lagi menjadi 5 ayat-5 ayat.

Misalnya kita menghafal surat An Naba yang didalamnya ada 40 ayat. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Hafalkan ayat 1 sampai lancar. Lakukan sampai ayat 5.
  2. Kemudian hafalkan secara berurut ayat 1 sampai dengan ayat 5. Ikatlah ayat 1 sampai ayat 5 dengan mengulang-ulangnya bersama-sama sampai lancar. Gerak-gerakkan jari-jari tangan anda sesuai dengan ayat yang sedang di hafal. Bila menghafal ayat 1 gerakkan ibu jari, ayat 2 gerakkan jari telunjuk, ayat 3 gerakkan jari tengah, ayat 4 gerakkan jari manis dan ayat 5 gerakkan jari kelingking.
  3. Kemudian hafalkan ayat 6 sampai 10 sambil menggerak-gerakkan jari-jari tangan kiri sama seperti yang dilakukan oleh tangan kanan. Ulang-ulang ayat 6 sampai 10 sampai lancar. Kegiatan ini mengikat ayat 6 sampai dengan ayat 10
  4. Sekarang mengulang menghafal ayat 1 sampai 10 dengan sambil menggerak-gerakkan jari sesuai dengan nomor ayat yang dilafazkan. Lakukan sampai lancar. Hal ini mengikat ayat 1 sampai 10.
  5. Lakukan langkah diatas untuk ayat 11-20, ayat 21-30 dan ayat 31-40.
  6. Terakhir gabungkan semua ayat (ayat 1 sampai 40) dalam surat tsb. Ulang-ulang sampai lancar

Kemudian bagaimana anda murajaah sebuah surat bila kita telah menghafal secara konvensional? Bila surat tersebut ayat-ayatnya pendek maka kelompokkan menjadi 10 ayat-10 ayat. Hafalkan per 10 ayat. Bila suratnya berayat yang panjang-panjang seperti Al Baqarah, Ali Imran, An Nisaa dll, maka pecah 10 ayat menjadi 5 ayat-ayat.

Manfaat dari menghafal dengan sistem potongan ini adalah:

  1. Ketika murajaah kita tidak selalu harus memulai dari awal surat – ayat1- sehingga untuk surat yang panjang murajaah dapat dilakukan sepotong-sepotong di dalam shalat kita. Misalnya: untuk setiap rakaat shalat kita membaca 10 ayat. Maka ketika shubuh kita sudah dapat murajaah sampai 40 ayat (sunnat shubuh 2 rakaat dan shubuh 2 rakaat). Ini cukup bagus untuk surat An Naba yang 40 ayat. Atau untuk surat yang panjang seperti Al Baqarah, bila dilakukan 10 ayat untuk setiap rakaat shalat, maka selesai shalat isya kita sudah murajaah 100 ayat! Bila ditambah dengan shalat2 sunnah rawatib maka kita bisa murajaah 200 ayat dalam sehari. Dan bila ditambahkan dengan shalat dhuha dan tahajjud kita bisa mnyelesaikan 286 ayat Al Baqarah dalam shalat yang dilakukan sehari semalam!
  2. Kita tidak merasa susah murajaah karena seakan-akan kita sedang menghafal surat-surat yang pendek saja. Secara psikologis kita merasa lebih ringan. Dan di dalam memurajaah surat yang panjang kita mempunyai
  3. Menguatkan secara merata ayat-ayat di seluruh surat. Bukan hanya ayat-ayat awal surat saja. Ketika memurajaah surat-surat yang panjang dan kemudian terputus oleh kondisi eksternal – tamu datang, telfon berdering, anak menangis, masakan gosong dll- kita masih tetap bisa melanjutkan ayat selanjutnya setelah kondisi eksternal tertangani. Tanpa harus mengulangi dari awal surat. Dengan metoda menghafal konvensional maka kita kita harus selalu mengulangi mulai dari awal surat lagi. Kondisi-kondisi seperti ini akan menguatkan hafalan ayat-ayat awal dan menurunkan kualitas hafalan ayat-ayat akhir.
  4. Hafal nomot ayat tanpa kita sadari. Ini adalah bonus yang sangat bermanfaat untuk kita
  5. Mengatasi kasus „ayat macet“. Bila macet di satu ayat biasanya akan berhenti memurajaah surat tersebut karena ayat-ayat yang selanjutnya sangat bergantung pada ayat yang macet/lupa. Tetapi dengan sistem ‚potong surat’ ini kita masih tetap bisa terus memurajaah ayat-ayat setelah ayat macet ini. Mengapa ? Karena dalam menghafal sistem ini setiap ayat independen diletakkan dalam memori otak kita. Sebuah ayat tidak hanya dikaitkan dengan ayat yang sebelumnya –seperti dalam sistem menghafal konvensional- tapi juga dikaitkan dengan nomornya (yang diingat secara tidak sadar dengan menggerak-gerakkan jari tangan ketika menghafal). Ketika memori yang terkait dengan ayat sebelum terlupakan maka ada „ pengait“ yang lain yaitu nomor surat. Percaya atau tidak? Anda tinggal mencoba sistem ini dan merasakan hasilnya!

Melakukan metoda ini tak sesulit membaca baris-baris di atas. Bila anda melakukannya ini adalah hal yang sangat simpel. Metoda ini menjadikan kita santai dan tidak stres dalam memurajaah. Karena kita mempunyai „petunjuk/milestones“ dalam surat-surat hafalan kita yaitu ayat 1, 11, 21, 31, 41 dst. Kita akan memurajaah „ayat-ayat pendek“, yaitu 10 ayat saja. Cobalah anda praktekkan dan anda akan terkejut dengan hasilnya.

Selamat bermurajaah!

Ummu Alya

About these ads

52 pemikiran pada “Tehnik Menghafal dan Murajaah Al Quran

  1. setyo budiono berkata:

    Assalamu’alaikum Wr Wb,
    Terimakasih atas tip nya, insya ALLAH saya akan coba, dan akan saya sampaikan ke jama’ah yang lain.

    Semuga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat. Aamin

  2. mustangin berkata:

    alhamdulillah, terima kasih tipsnya.
    Mohon tanya, bagaimana hukumnya menghafal surat di sembarang tempat? Misalnya sambil jalan, sambil nyetir. Bolehkah menghafal di jamban?

    • ehm…pertanyaan yang cukup menggelitik. Sebenarnya Al-Qur’an adalah kitab yang suci, jadi kenapa kita tidak membacanya atau menghafalnya dalam ke’adaan yang suci bahkan ditempat yang suci??
      kalaupun antum sambil menyetir atau berjalan, kenapa tidak??seorang ulama’ yang juga seorang hafidzul qur’an ketika sedang melakukan perjalanan, beliau malah mentarget berapa hafalan yang akan beliau murojaah selama perjalanan tersebut. jadi kesimpulannya akh, tinggal melihat kondisi seperti apakah yang seiranya pantas untuk kita menghafal Al-Qur’an,,afwan kalo jawaban ana kurang memuaskan.

    • abah zakiyah berkata:

      Syukron
      Atas berbaginya metode pengalsman menghapal Al-qur’an ini ,dan mohon do’anya .moga kamibisa mempraktekkan dan hapal dengan kokoh. Aamiin Semoga Allah membalas kebaikan anda Aamiin

  3. Ummu Alya berkata:

    Assalamu ‘alaikum wr wb,
    Yth Bpk Mustangin, terimakasih sekali atas commentnya.
    Sepengetahuan saya, tidak ada larangan untuk melafazkan Al Qur’an dimana dan kapanpun kita berada. Kecuali dalam 2 kondisi :
    1. Ketika dalam keadaan junub (setelah berhubungan suami stri dan belum mandi besar)
    2. Ketika di dalam jamban.

    Menghafal al Qur’an merupakan salah satu bentuk dari ingat kepada Allah –dzikrullah-. Sedangan dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 191 disebutkan : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.”
    Bukankah dalam setiap detik kehidupan kita selalu dalam posisi berdiri, atau duduk atau berbaring ? Inilah salah satu dalil yang menyatakan bahwa zikrullah sangat dianjurkan kapanpun dan dimanapun.
    Memuraja’ah Al Quran merubah waktu menjadi sesuatu yang sangat berharga. Sehingga kita tidak pernah bosan dalam menjalani waktu yang ada di depan kita. Ketika menunggu teman, menunggu anak keluar dari sekolah, menunggu isteri di pasar atau menunggu shalat di masjid, menjadi saat-saat yang berharga untuk mengulang hafalan kita.
    Saya sendiri mempunyai kebiasaan muraja’ah Al Quran ketika menyetir mobil pergi dan pulang kantor. Bahkan ketika macet, kita terhindar dari bosan dan keluh kesah. Terkadang karena macet saya tambah hafalan beberapa ayat. Macet yang membawa berkah ! Untuk itu jangan lupa sediakan mushaf Al Quran di dalam mobil agar selalu ada ketika kita memerlukannya.
    Selamat menikmati hidup bersama Al Qur’an ! Insya Allah Bapak akan merasakan hidup ini makin bermakna, makin indah dan Insya Allah tambah berkah !

    Wallahu a’lam bis shawab

    Wassalam
    Ummu Alya/Dipl.Ing. Retno Satyadahaningtyas MSAe DEA

  4. Ummu Alya berkata:

    Wa alaikum salam wr wb,
    Pak Setyo Budiono, terimakasih sekali atas commentnya dan juga ikhtiarnya untuk menyampaikan kepada rekan-rekan lain. Memang kita harus menggiatkan kesenangan menghafal Al Quran ini kepada seluruh umat muslim.
    Amin 3x. Terimakasih doanya Pak

    wassalam

  5. bluedee berkata:

    masya 4JJI, tipsnya bagus sekali. Saya memang lagi memasang target untuk menghafal dan memahami juz 30. Mudah2an tips ini berguna. Amin

    • Ummu Alya berkata:

      Yang dimaksud dengan ‘macet’ adalah kondisi lupa ketika kita memurajah hafalan dan betul-betul ‘blank’ dan tidak bisa melanjutkan lagi. Bila menghafal secara konvensional kondisi macet ini sering terjadi karena ayat yang dibaca sangat tergantung dengan ayat yang sebelumnya. Demikian..

      wassalam
      Ummu Alaya

  6. Shofiyudin berkata:

    syukron, tipsnya
    itu yang lagi ana kumpulin.. n dilaksanakan
    tapi kalo udah bisa nanti dapet sendiri metode yang cocok
    giman orangnya
    yang jelas kuncinya satu “istiqomah”
    betull??

  7. Ummu Amjad berkata:

    Jazakumullah semoga menjadi amal sholeh.Insya Allah mau saya coba,hanya saya mau bertanya, apa bedanya dengan kebiasaan menghafa dengan menggunakan Qur’an pojok.Kita menghafal dengan batasan perhalaman atau perpojok.

    jazaakumullah khoiron katsiiron

    • Ummu Alya berkata:

      Assalamu alaikum wr wb,

      Ummu Amjad yang shalelah,

      Sebelumnya mohon maaf saya baru sempat membalas sekarang, karena sempat beberapa waktu tidak menjenguk web kita ini.
      Pada intinya ini hanya sebuah metoda/teknik Ada bermacam-macam teknik menghafal yang ada. .. Kecocokan sebuah teknik tergantung pula pada personality dan kondisi setiap individu. Tetapi yang penting kita menghafal Al Qur’an. Begitu bukan ukhtii ?

      Teknik yang saya kembangkan adalah gabungan antara menghafal dan teori optimalisasi fungsi mengingat pada otak yang saya dapat dari Quantum Learning. Teknik ini mempunyai beberapa manfaat :

      1. Setelah sekian lama bermurajaah, maka kita akan hafal nomor ayat dari surat yang kita hafalkan. Bonus yang sangat berharga bagi yang yang sering diminta ceramah / menulis

      2. Dengan pengelompokan berdasarkan 5 jari (untuk ayat-ayat panjang seperti al Baqarah misalnya) dan 10 jari (ayat-ayat pendek dan sedang) maka kita memiliki control yang baik pada hafalan. Kalaupun kita lupa sebuah ayat, minimal kita akan masih bisa meneruskan murajaah –dengan sedikit lompat ayat- karena biasanya ayat 1,11,21,31, dst dan 6,16, 26. 36 dst adalah ayat-ayat yang lebih hafal dari ayat yang lain.

      3. Menanggulangi error menyeberang ke surat lain ketika sampai pada ayat yang sama bunyinya . Misalnya: surat Ash Shaffat : 17 bunyinya sama dengan Al Waqiah::48. Ashhafat :17 jatuh pada jari telunjuk tangan kanan dan Waqiah : 48 jatuh pada jari tengah kanan. Perbedaan ini menjadikan reflek kita tergelitik ketika terjadi ‘penyeberangan surat’.

      4. Dengan memindahkan memori hafalan pada jari-jari kita maka ‘hafalan’ kita pindahkan ‘keluar kepala’ alias ke jari-jari kita. Saya juga mempunyai banyak teman-yang menghafal dengan sistim pojok. Bila mereka lupa maka mereka harus melihat mushaf yang sama. kalau mushafnya hilang/tidak dibawa, wah jadi ribet. Tapi mereka heran melihat saya tidak selalu harus melihat mushaf yang sama ketika lupa. Saya bisa dengan leluasa melihat mushaf yang mana saja, karena memang patokannya nomor ayat, Akhirnya teman-teman yang sistim pojok mengkombinasikan sistim pojok dan sistim jari. Ide yang baik juga !.

      Saya memang belum pernah memakai system pojok karena saya menghafal dengan memahami arti dan meresapi maknanya.. Sebelumnya saya menghafal dengan terjemahan Al Qur’an yang dari Arab Saudi., sedangkan sekarang saya menghafal dengan Inayah (tarjamah kata-perkata), sehingga sekali ‘mendayung dua-tiga pulau terlampaui’, hafalan dapat, maknanya juga dapat. Demikian masukan saya. Semoga memuaskan Ibu.. .
      Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambaNya yang mencintai Al Qur’an.

      Wassalam
      Ummu Alya

  8. Lina berkata:

    Tipsnya Ok…. tapi bagaimana menyimpan hapalan yang udah ada…. bila hapalan makin banyak bagaimana mengingat hapalan yang sebelumnya.

    • Ummu Alya berkata:

      Assalamu alaikum wr wb,
      Penyimpanan hafalan dilakukan otomatis di dalam otak kita. Otak kita akan menyimpan informasi apapun yang dimasukkan ke dalamnya. Selain itu otak mempunyai kemampuan menyimpan yang sangat besar, menurut penelitian kapasitasnya sangat-sangat besar,mencapai 10 pangkat 800 informasi.
      Selain itu rata-rata pemakain otak kita hanya 10%-15% saja. Jadi masih banyak tempat di otak kita untuk menghafal Al Qur’an yang hanya mempunyai 6666 ayat saja.
      Kalau menyimpan informasi bukan masalah, justru yang menjadi masalah adalah bagaimana memanggil informasi tersebut, atau yang biasa disebut dengan proses MENGINGAT. Untuk dapat mengingat kembali dengan baik ada beberap hal yang perlu kita lakukan :
      -. Seringlah mengulang-ulang surat yang sudah dihafal (muraja’ah). Lakukanlah muraja’ah di dalam dan diluar shalat.
      -. Gunakanlah teknik yang saya jelaskan di atas
      - Setiap muraja’ah tambahkan informasi yang berkaitan dengan ayat/surat yang dihafal, misalkan artinya, nomor suratnya, bunyi lafadznya yang terdengar asing/aneh dll
      -. Bila hafalan sudah mulai banyak, buatlah jadwal muraja’ah sesuai dengan kemampuan anda. Misalnya: Minggu ini muraja’ah juz 29, berarti setiap hari kita mengulang 2 surat. Mampukah ? Bila tidak mampu maka rendahkan target 1 juz untuk 2 minggu. Bila terasa mudah, tinggikan targer 1 juz khatam 2 hari. Setiap juz mempunyai kesulitan yang berbeda, baiasanya juz yang sudah lama kita hafal, juz 30 misalnya, 1 jam saja kita bisa melakukannya. Tetapi untuk juz yang baru dihafal, kita memerlukan beberap hari untuk memurajaahnya.
      - Disiplinkan kita untuk mematuhi jadwal tersebut
      - Adakan waktu-waktu khusus dalam sehari untuk memuraja’ah hafalan kita. Misalnya : badha shubuh, badha dzuhur dan badha Isya. Jadwal ini disesuaikan dengan kegiatan kita sehari-hari
      Demikian Bu Lina, semoga bermanfaat..

      Wassalam
      Ummu Alya

  9. Nenden berkata:

    Ass Wr Wb,

    Jazakillah khairan atas tipsnya ,saya akan segera mencobanya dan tidak lupa akan saya sampaikan tips ini kepada teman2 yang lain yang susah sekali dalam menghapal Al-Qur’an.

    • Ummu Alya berkata:

      Wa alaiku salam wr wb,
      Silahkan disebarkan kepada teman-teman, saudara dan tetangga. Semakin banyak yang tertarik menghafal Al Qur’an, semakin kuat keimanan kita dan agama kita..

  10. Suryana hasan berkata:

    Assalamu ‘alaikum wr wb.
    Alhamdulillaah…, Mudah-mudahan ini salah satu jalan keluar ttg masalah yg sedang saya hadapi, yaitu beratnya muroja’ah.
    Syukron. Jazakillahu khoiron katsiron
    Wassalamu ‘alaikum wr wb

    • Ummu Alya berkata:

      Wa alaikum salam wr wb,
      Alhamdulillah, silahkan dipraktekkan Pak. Insya allah murajaahnya akan semakin ringan..
      Saya sendiri bila sedang memurajaah surat misalnya surat Al Haqqoh, 52 ayat, saya membaginya dalam 5 puluhan. Bila ada bagian yang sulit, misalnya ayat 31-40 maka saya akan mennggunakan 10 ayat itu dalam shalat-shalat saya. Misalnya Dhuhur dan shalat sunnahnya. Rakaat 1 dan 2 shalat dzuhur saya baca sepuluh ayat ini. Bila masih belum terasa lancar saya akan mengulanginya pada rakaat ke 2. Bahkan terkadang saya ulangi lagi di shalat badha dhuhur. Bila sudah lancar baru saya pindah ke ayat 41-52. Dan ini mungkin baru saya lakukan pada shalat ashar.
      Demikian Pak Suryana, semoga bermanfaat.
      Selamat bermuraja’ah…..

      Ummu Alya

  11. syuhada berkata:

    Assalamu ‘alaikum wr wb.
    Alhamdulillah, terima kasih atas tips-nya, mohon ijin untuk di cetak buat anak yg lagi belajar menghafal Al-quran.
    Wassalamu ‘alaikum wr wb

    • Ummu Alya berkata:

      Wa alaikum salam wr wb,

      Silahkan Bu, semoga putra putri Ibu menjadi generasi Islam yang hafal dan faham al Qur’an. Amin

      Ummu Alya

  12. mar'atus berkata:

    subhanallah…baik banget kasih tips yang uhuy…soalnya aku memang kesulitan dalam hal menghafal….kalau boleh menambah saran sekalian dihafalin artinya, tidak harus seluruhnya tapi dari satu katanya saja bisa mengingatkan kita,,,,,,jazakillah…

    • Ummu Alya berkata:

      Ya betul. Saya juga menganjurkan hal serupa kepada teman-teman grup tahfidz di sekitar saya. Dan dengan bertambahnya hafalan maka bertambah juga kosa kata bahasa Arab kita.
      Lebih bagus lagi kalau diiringi dengan belajar bahasa Arab. hafalannya makin lengket. Semakin kita tahu banyak tentang sebuah ayat maka semakin susah kita melupakannya.
      Selamat menghafal…

      wassalam

    • Ummu Alya berkata:

      Yaa Allah Yaa Wahhab, karuniakan kemudahan kepada kami untuk menghafal Al Qur’an, berikan kesenangnan di hati kami ketika mengulang-ulang Al Qur;an, limpahkan nur dalam hati kami ketika melafadzkan Al Quran dan pahamkan artinya ketika kami mentadabburi Al Quran.
      Yaa Karim Yaa Rahiim, sayangilah kami karena bacaan Al Qur;an, jadikanlah kami keluargaMU di dunia kerena Al Quran., dan karuniakan kepada kami kerajaan di surga karena hafalan Al Qur’an.
      Birahmatika Yaa arhamar rahimiin….

    • Yoes Yusuf berkata:

      Terimakasih ustaz, kemudian saya mau tanya: kaitan dengan sholat hufzi. Bagaimana mengimplementasi sholat tersebut, agar dapat menghafal AlQur’an?
      Syukron

  13. Abigail berkata:

    jujur, saya sangat malas kalau di suruh hafalan oleh guru…
    kebetulan, saya bersekolah di sdit ( sekolah dasar Islam terpadu) sekarang. saya sangat tertinggal ( namun masih ada yg lebih tertinggal dari saya… ) terima kasih

  14. Asslamualaikum….subhanallah tipsnya insyaAllah sangat bermanfaat untuk penghafal pemula seperti ana. Namun ada sedikit permasalahan yang mengganjal hati saya. Bagaimana hukumnya ketika seseorang yang mulanya berniat menghafal Al-Qur’an Lillahi ta’ala, tiba2 agak melenceng ketika dia mulai menggeluti Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)???meskipun hati sudah membulatkan tekad bahwa hal itu sebagai sarana untuk mengetahui kemampuan kuatnya hafalan yang telah kita jaga. Syukron jazil.
    Wassalam….

  15. Akhmad Khuzari berkata:

    Alhamdulillah, saya juga menggunakan metode ini dalam menghafal dan sangat bermanfaat. Apalagi jika ditambah pemahaman akan bahasa Arab, maka akan lebih mudah dan cepat menghafalnya. Maka selain menghafal mari kita juga belajar bahasa Arab sebagai bahasa Al Qur’an. Mudah-mudahan Allah memberkahi usaha kita menghafal kitab suci-Nya

  16. Ummu Cahaya berkata:

    Jazaakillahu khoiron ummu Alya atas ilmu’y mengenai tips menghafal AlQur’an semoga ana bisa m’hafal surat-surat cinta Alloh aamiin :’)
    Baarokallohu fiik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s